Nggosip Tingkat Tinggi
Seru tenan obrolan diruangan kantorku hari ini. Kita sedang bergosip ria. Gosipan tingkat tinggi. Karena kita bukan nggosipin artis A atau artis B, tapi nggosipin Presiden. Keren nggak sih?.
Presiden mantu. Mantunya artis, tapi kita nggak ngomongin soal keartisan Annisa aulia pohan. Toh dia sudah bilang kalo dia siap jika sewaktu-waktu diminta mundur dari dunia keartisan. Ya pastilah mbak Annisa, sampean minta jaguar sekarang juga pasti dikasih kok masak suruh mundur dari dunia artis enggak mau. Begitulah kurang lebih pantauan teman-teman saya yang sedang nggosip ini. Eh, bukan teman, tapi para atasan saya kok, bisa dibilang bos-bos saya. Ya sudah lah, kasian Mbak anisa nanti kedutan terus.
Kembali ke inti gossip, yaitu tentang undangan Presiden kepada para oposisinya dikursi pemerintahan. Kalau saya pikir inikan urusan pribadi presiden. Tapi kalo saya ikutin terus acara nggosip ini sepertinya emang bener juga. Presiden, bagaimanapun juga ya tetap orang nomor satu di Indonesia dan dia bisa jadi presiden karena dia punya oposisi.
Kabarnya Pak SBY mengirimkan undangan kesetiap mantan presiden Indonesia yang antara lain Pak Harto, Pak Habibie, Pak Gus Dur, dan Bu Mega. Dan serunya, tak satupun dari mereka yang datang. Pak harto sakit, pak gus dur juga sakit apalagi pak habibie yang sekarang lagi sakit juga di Jerman sana. Dan yang terakhir Bu Mega. Ibu nggak datang juga tapi bukan berarti ikut-ikutan sakit, melainkan berlibur ke pulau Bali gitu loh. Bersama-sama keluarga gitu loh.
Padahal saat diwawancarai, Pak Mega, eh, maksudnya Pak Taufik Kiemas bilang kalo Mega pasti datang. Dan saat acara resepsi digelar, memang benar keluarga Taufik Kiemas datang namun dalam bentuk rangkaian karangan bunga. Berarti? Berarti Bu mega nggak datang dan Pak taufik sedikit agak mlenceng janjinya.
Yang menarik bagi saya, karena saya inget. Dulu Bu Mega ngambek, marahan sama Pak SBY karena berani-beraninya nekat mencalonkan presiden. nekat mbentuk partai baru, menang lagi. Saya tau bagai mana nggondoknya Bu mega, anak buahnya nglangkahin dia. Anak bandel, gitu kali Bu mega manggil Pak SBY.
Berita Keluarga Mega malah berlibur kebali itu lho yang bikin saya geli. Ihhh gelii deh. ternyata memang ada istilah marahan tingkat tinggi ya? neng-nengan istilah jawanya, yang artinya saling mendiamkan. Ato mungkin Bu Mega terlalu romantis sama Pak SBY? Sampe dia percaya dengan ungkapan, katakan dengan bunga. Ah, saya rasa nggak mungkin.
Diantara serunya gossip, muncul konspirasi baru. Mungkin mereka enggan datang diacara mantunya SBY karena diselenggarakan di Istana Bogor. Menurut sejarah, yang berani menggunakan fasilitas diistana Bogor untuk urusan pribadi itu Cuma Pak Karno, ya karena beliaulah yang membangun istana itu.
Pak Harto saja dulu mantu di taman mini, ya karena taman mini yang mbangun Bu Tien almarhum. Kalo Bu mega dulu mantu saja dirumahnya yang di jaksel sini. Tapi untung nggak diadain di atas jembatan suramandu (bisa spektakuler neh) yang sampe sekarang nggak kelar itu ya, hehe.. malah ambrol loh waktu itu,, ih geli lagi deh. Berarti kalo Pak SBY, kok nggak di tol cipularang aja ya? Hehehe,,,, udah ah.
Selamat menempuh hidup baru buat Mas Agus & Mbak Agus, ayo balapan sama saya hahaha..! yeah.
Tulis tanggapan July 14th, 2005