Arsip untuk July, 2005
Jakarta 24 Maret 2005 11:43
kangen
K angen
KA ngen
KAN gen
KANG en
KANGE n
KANGEN
kangen
K a N g E n k A n G e N ka NG en KA ng EN kan GEN KAN gen kang EN KANG en kange N KANGE n KANGEN
*alasan klasik mengapa saya buat puisi ini ya “kangen”
PROSA:
Kangen
July 22nd, 2005
PIN H/O hari ke-10/3/05
Rasanya
Aku sayang kamu
Aku mencintaimu
Entah ini rasa apa
Nafsu atau kawannya atau itu godaannya
yang kuyakini hanyalah rasa aku telah merasa engkaulah untuk-ku untuk-ku sayangi untuk-ku cintai untuk-ku hormati untuk-ku hargai untuk-ku akui untuk-ku rengkuhi untuk-ku lindungi untuk-ku belai untuk-ku
untuk-Nya ku pertanggungjawabkan untuk-di saksikan pada bumi dan langit untuk-me nyayangiku untuk-me lindungiku untuk-nya ku beryakin dalam hati dalam rasa dalam jiwa dalam mata dalam raga dalam kata dalam hendak yang ku ingin yang ku rindu yang ku mimpi yang ku eja dalam hidup dalam sepanjang nafasku sepanjang jangkahku sepanjang jalanku sepanjang hidupku
Rasanya
aku ingin mempersembahkan semua puisi yang indah semua cerita yang indah semua langkah yang indah semua bunga yang indah semua kata yang indah semua rasa yang indah semua makna yang indah semua air mata yang indah semua nyanyian yang indah semua jalan hidup yang indah semua kesedihan yang indah semuanya aku ingin
Rasanya
Ingin kusebarkan senyum kedamaian disetiap sudut matanya memandang
kusebarkan wangi bunga disetiap tarikan nafasnya
kusebarkan kelembutan jiwa disetiap setuhan rasanya
cintaku adalah udara, menghembus sampai kemanapun
bercampur debu debu kehidupan
beterbangan kemana angin membawa cerita
sampai pada mu
ARIF (suamiku)
*Puisi ini saya persembahkan untuk suami saya yang waktu itu masih calon, karena baru 2 bulan lagi kami akan menikah.
PROSA :
Saya nggak bisa memprosakannya, karena sepertinya yang membaca mampu memprosakannya sendiri
July 21st, 2005

Francis Bean and her father.
I like to look at to the snapshot. The baby is very cute and funny. For the dady, he is still make me wonder why he died in vain. Yeah in vain. His fans are very wide. They always wait for his music and news, any news about him and his band.
Bean, maybe you never understand child.. what is the exact reason of your dady’s suicide. Probably your mom has been advising you with her own history. Not the real, but she creates the best for her but lie for you. I’m glad you now not life with her. I know, sometime you’ll know why, becouse your dad is always beside you child. Because he loved you and me too
July 21st, 2005
Jakarta, 10 Desember 2004
Dia bertanya Aku bertanya
Aku bertanya Dia mengulang Tanya
Dia bertanya aku bertanya
Aku bertanya Dia diam saja
Aku mengulang tanya
Dia menarik nafas
Dia mengulang tanya
Aku diam saja
* Puisi ini terinspirasi oleh sifat saya yang kalau berbicara sama orang enggak pernah focus dan konsentrasi, dan mungkin bukan hanya saya.
Ditanya dan enggak budek tapi masih nanya lagi. Nggak tune in istilahnya.
PROSA:
Dia menanyakan aku sesuatu, namun aku nggak memperhatikan, lalu aku bertanya “tadi apa?” dia mengulang lagi pertanyaannya tapi lagi2 aku enggak konsentrasi, jadinya aku nanya lagi
Tapi dia diam saja
Kuulangi lagi bertanya dengan wajah mengiba minta maaf
Lalu dia menarik nafas dan mengulangi lagi kata tanyanya
Tapi aku diam saja karena pikiranku masih nglambryang entah kmana.
July 21st, 2005
Mahasiswa malam, keluar kuliahnya ya malam. Malam ini berkabut karena sejak sore tadi hujan deras mengguyur Jakarta. Aku keluar kampus selesai ujian jam 20.31 WIB. Hawa dingin langsung menyambutku. Mak nyes. Sepi. Penjual yang biasa mangkal sepanjang trotoar depan kampus juga sudah bersih tanpa bekas. Tak ada tukang bubur ayam favoritku, tak ada juga tukang-tukang somay, penjual sate padang dan gorengan. Semuanya bersih dari pandangan mata. Padahal aku lapar. Mahasiswapun tak ada satupun yang nongkrong. Hujan emang paling bisa mengusir kerumunan orang.
Diujung dekat toko kelontong yang masih bernyawa dengan beberapa orangnya, ada penjual bakso yang tersisa. Tapi nggak selera, tempatnya nggak representative. Tapi karena diminta temen nemenin makan, ya sudah aku makan juga. Kebetulan aku juga nunggu jemputan suami yang masih tersendat di Pancoran. Akupun menikmati baksoku di toko kelontong yang lumayan bersih itu.
Ada sebuah suara yang membuat kupingku begitu familiar mendengarnya. Slogan m97fm. Menggema dari tape di toko klontong yang diputer kenceng-kenceng. Ada rasa berdesir senang didada. Ini dia batinku. Membuat betah aku nongkrong. Dinginpun jadi kawan dekat karena menemaniku menikmati lagu-lagu m97fm.
Sempet sebel, bakso yang kupesan tak sesuai selera. Pake saos ples kecap, huh sungguh tak berselera. Tapi lupa. Tau-tau bola-bola bakso dimangkokku sudah habis. M97 memang benar-benar menghinoptis dengan koleksi lagu-lagunya yang waow! Mematikan rasa sebalku pada saos dan kecap. Apa dasarnya lapar?
Love of my love-nya queen yang dibawakan secara akustik oleh extreme menghiburku tanpa memungut bayaran seperti pengamen-pengamen yang biasanya ngganggu orang makan dengan lagu-lagunya yang pas-pasan. Kalo lagunya cocok dengan kupingku sih ya aku bayar pas. Lagu berikutnya aku kenal dari liriknya, setauku ini lagu, lagunya rolling stone. Ruby Tuesday. Tapi kok dibawain cewek ya? Aku nggak tau siapa cewek dengan suara serak basah bukan karena hujan ini. Coba nebak-nebak, barang kali si anu tapi takut salah. Kalo ada yang tau SMS yah. Teh botol melarutkan rasa saos dimulut dan Saigon Kick mengambil alih frequency M97, menggantikan lagu Ruby Tuesday dengan lagunya dari album water, Space Odyssey. Huh! Keren banget sih?! M97 I love U! Sebel aku mengapa makin berkurang penyiarnya. Huhu.. sedih. Irama nge-rock Saigon kick harus rela di gantikan suara mmm sapa ya ini mmmm… pokoknya refrain lagunya hold on baby hold on……
Slogan M97 kembali menjadi jeda koleksi M97, dan akupun telah selesai membayar teh botol. Dan saat aku nulis ini sesampainya aku dirumah aku baru nyadar kalau aku belum bayar baksonya! Hahaha… ya maap Bang,,, janji deh besok aku bayar, suer! Gak sengaja kok hehehe…
Lanjut….
Jam 21.05 WIB, suamiku masih jauh dari jangkauan. Kuputuskan untuk pulang saja. Karena dinginnya udara jumat malam ini makin bikin kembung perutku. Dengan berat hati kuucapkan say good bye M97… see yaa! Dan M16pun mengantarku mendekat kearah suamiku. I’am coming to you hubby,,
July 15th, 2005
Seru tenan obrolan diruangan kantorku hari ini. Kita sedang bergosip ria. Gosipan tingkat tinggi. Karena kita bukan nggosipin artis A atau artis B, tapi nggosipin Presiden. Keren nggak sih?.
Presiden mantu. Mantunya artis, tapi kita nggak ngomongin soal keartisan Annisa aulia pohan. Toh dia sudah bilang kalo dia siap jika sewaktu-waktu diminta mundur dari dunia keartisan. Ya pastilah mbak Annisa, sampean minta jaguar sekarang juga pasti dikasih kok masak suruh mundur dari dunia artis enggak mau. Begitulah kurang lebih pantauan teman-teman saya yang sedang nggosip ini. Eh, bukan teman, tapi para atasan saya kok, bisa dibilang bos-bos saya. Ya sudah lah, kasian Mbak anisa nanti kedutan terus.
Kembali ke inti gossip, yaitu tentang undangan Presiden kepada para oposisinya dikursi pemerintahan. Kalau saya pikir inikan urusan pribadi presiden. Tapi kalo saya ikutin terus acara nggosip ini sepertinya emang bener juga. Presiden, bagaimanapun juga ya tetap orang nomor satu di Indonesia dan dia bisa jadi presiden karena dia punya oposisi.
Kabarnya Pak SBY mengirimkan undangan kesetiap mantan presiden Indonesia yang antara lain Pak Harto, Pak Habibie, Pak Gus Dur, dan Bu Mega. Dan serunya, tak satupun dari mereka yang datang. Pak harto sakit, pak gus dur juga sakit apalagi pak habibie yang sekarang lagi sakit juga di Jerman sana. Dan yang terakhir Bu Mega. Ibu nggak datang juga tapi bukan berarti ikut-ikutan sakit, melainkan berlibur ke pulau Bali gitu loh. Bersama-sama keluarga gitu loh.
Padahal saat diwawancarai, Pak Mega, eh, maksudnya Pak Taufik Kiemas bilang kalo Mega pasti datang. Dan saat acara resepsi digelar, memang benar keluarga Taufik Kiemas datang namun dalam bentuk rangkaian karangan bunga. Berarti? Berarti Bu mega nggak datang dan Pak taufik sedikit agak mlenceng janjinya.
Yang menarik bagi saya, karena saya inget. Dulu Bu Mega ngambek, marahan sama Pak SBY karena berani-beraninya nekat mencalonkan presiden. nekat mbentuk partai baru, menang lagi. Saya tau bagai mana nggondoknya Bu mega, anak buahnya nglangkahin dia. Anak bandel, gitu kali Bu mega manggil Pak SBY.
Berita Keluarga Mega malah berlibur kebali itu lho yang bikin saya geli. Ihhh gelii deh. ternyata memang ada istilah marahan tingkat tinggi ya? neng-nengan istilah jawanya, yang artinya saling mendiamkan. Ato mungkin Bu Mega terlalu romantis sama Pak SBY? Sampe dia percaya dengan ungkapan, katakan dengan bunga. Ah, saya rasa nggak mungkin.
Diantara serunya gossip, muncul konspirasi baru. Mungkin mereka enggan datang diacara mantunya SBY karena diselenggarakan di Istana Bogor. Menurut sejarah, yang berani menggunakan fasilitas diistana Bogor untuk urusan pribadi itu Cuma Pak Karno, ya karena beliaulah yang membangun istana itu.
Pak Harto saja dulu mantu di taman mini, ya karena taman mini yang mbangun Bu Tien almarhum. Kalo Bu mega dulu mantu saja dirumahnya yang di jaksel sini. Tapi untung nggak diadain di atas jembatan suramandu (bisa spektakuler neh) yang sampe sekarang nggak kelar itu ya, hehe.. malah ambrol loh waktu itu,, ih geli lagi deh. Berarti kalo Pak SBY, kok nggak di tol cipularang aja ya? Hehehe,,,, udah ah.
Selamat menempuh hidup baru buat Mas Agus & Mbak Agus, ayo balapan sama saya hahaha..! yeah.
July 14th, 2005